Minggu, 25 April 2010
Pendaftaran FUPK IAIN Walisongo Semarang
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN 2010/2011
5 Alasan Memilih Fakultas Ushuluddin
1. Lulusan memiliki kesempatan yang sama untuk Menjadi Guru Profesional (Permendiknas No.8 Tahun 2009).
2. Lingkungan Bahasa Arab dan Inggris yang kondusif.
3. Studi Keislaman Yang Serius dan Mendalam.
4. Perpustakaan Lengkap dan Hot Spot yang baik.
5. Dosen Profesional dan berkualitas.
FAKULTAS USHULUDDIN IAIN WALISONGO
mencetak sarjana/ulama :
1. Filosof Muslim
2. Psikolog Muslim
3. Theolog Muslim
4. Ahli Tafsir dan Hadits
A. Program Reguler
Sebanyak kurang lebih 100 orang mahasiswa program ini akan mendapatkan beasiswa tahun pertama. Jika mampu mempertahankan prestasi, akan diusahakan untuk mendapatkan beasiswa tahun-tahun berikutnya.
Program Reguler ini akan menerima mahasiswa baru melalui dua jalur :
1. Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Walisongo (sesuai ketentuan IAIN Walisongo)
2. Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ushuluddin, dengan syarat sebagai berikut :
a. Melampirkan nilai raport semester I kelas 12 atau ijazah/syahadah yang disahkan oleh pimpinan lembaga
b. Mengisi formulir yang disediakan oleh Fakultas
c. Pendaftaran terakhir pada tanggal 19 Juni 2010 (cap pos)
d. Pengumuman : 30 Juni 2010
B. Jurusan / Proram Studi
1. Jurusan Aqidah & Filsafat (Terakreditasi B)
2. Jurusan Tafsir & Hadits (Terakreditasi A)
3. Jurusan Perbandingan Agama (Terakreditasi B)
4. Jurusan Tasawuf & Psikoterapi (Terakreditasi B)
C. Program Khusus
Program Khusus dirancang dengan beberapa spesifikasi, baik mengenai penerimaan calon mahasiswa, kualifikasi calon mahasiswa, maupun pengelolaan pembelajarannya. Sebagian besar aktivitas mahasiswa program ini dirancang dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, baik dalam kelas formal, kelas non-formal (halaqah), maupun aktivitas keseharian.
Untuk menunjang program pembelajaran, seluruh mahasiswa Program Khusus akan mendapatkan beasiswa dan gratis asrama tahun pertama. Jika mampu mempertahankan prestasi, akan diusahakan untuk mendapatkan beasiswa tahun-tahun berikutnya.
Adapun jadwal Penerimaan Mahasiswa Program Khusus adalah sebagai berikut :
1. Pendaftaran : 3 Mei s.d. 30 Juni 2010
2. Tes (Bhs.Arab, Bhs.Inggris, dan Tes Potensi Akademik): 1 Juli 2010
3. Pengumuman : 8 Juli 2010
4. Registrasi : 12 s.d. 23 Juli 2010
D. Mata Kuliah
Aqidah & Filsafat : Tafsir & Hadits Aqidah, Filsafat Islam, Teologi Terapan, Ilmu Kalam, Tasawuf Falsafi, Mantiq
Jurusan Tafsir & Hadits : Kajian Tafsir Klasik, Kajian Tafsir Modern, Madzahib al-Tafsir, Masail al-Tafsir, Bahtsul Kutub Syarh Hadits, Tahqiq al-Hadits, Takhrij al-Hadits, Ilm al-Jarh wa al-Ta’dil
Perbandingan Agama : Sosiologi Agama, Psikologi Agama, Fenomenologi Agama, Antropologi Agama, Manajemen Konflik, Dialog Antar Agama, Nushush Qur’aniyah, Hadits Tematik.
Jurusan Tasawuf & Psikoterapi : Tasawuf Sosial, Tasawuf Akhlaki, Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis, Sufi Healing. Konseling Psikoterapi, Tarekat & Konsep Suluk, Psikofarmaka & Obat Traidisional, Ilmu Kesehatan Dasar.
From: http://ushuluddinsmg.blogspot.com/2010/01/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun.html
Sabtu, 27 Maret 2010
Menguak Mitos Sapi Kudus
Kota padat penduduk di daerah Pantura yang terkenal dengan julukan ‘kota kretek’ dan ‘kota santri’ tersebut, hingga kini sebagian masyarakatnya [terutama Kudus Kulon] masih meyakini mitos bahwa sapi merupakan hewan suci yang perlu dihormati dan di sucikan. Artinya dalam situasi dan kondisi apapun, masyarakat Kudus jangan sampai melukai atau bahkan menyembelih sapi. Apa sebab? Karena dahulu kala, sebelum kedatangan Walisongo, masyarakat Kudus (khususnya yang memeluk agama Hindu) sangat menyakralkan sekali hewan yang satu ini. Menurut keyakinan orang hindu, sapi merupakan lambang ibu pertiwi yang mampu memberikan kesejahteraan kepada semua umat manusia di bumi ini, begitu juga dengan gajah bagi umat Budha, sehingga tak heran bila umat Hindu menghormatinya. Bahkan, umat Islam Kudus waktu itu pun ikut menghormati pula lantaran untuk menghargai umat Hindu, sebab saat itu Kudus masih ramai pemeluk agama Hindu.
Disini, perlu dipahami bersama bahwa ada perbedaan istilah antara “menghormati” dan “memuja”. Ajaran agama Hindu memang memperlakukan sapi secara istimewa, namun bukan berarti untuk dipuja atau disembah, melainkan karena sapi memang memiliki daya pikat tersendiri bagi umat Hindu, yaitu hewan keramat yang dipercaya dapat mendatangkan keamanan, dan kesejahteraan hidup umat manusia. Jika hewan itu terbunuh oleh tangan manusia, maka jangan salahkan bila dikemudian hari seseorang yang menyembelih tersebut tertimpa musibah atau celaka.
Sapi menjadi mitos terhebat bagi masyarakat Kudus, bukan karena masyarakat Kudus ‘sindrom’ memakan daging sapi, akan tetapi masyarakat Kudus takut karena mendapat murka (laknat) dari Kanjeng Sunan Kudus. Dulu, Sunan Kudus sangat memuliakan sapi, karena niat beliau ingin menghormati para pemeluk agama Hindu dan tidak ingin mengecewakannya.
Terlepas dari benar atau tidaknya sapi itu mitos, perlu saya tegaskan disini bahwa sebenarnya dalam realitas yang ada di tengah masyarakat Kudus kini sudah mulai luntur. Artinya, sebagian masyarakat Kudus [khususnya warga Kudus Wetan] sudah mulai melanggar mitos tersebut. Buktinya, berdasarkan pantauan di beberapa masjid dan mushola di Kudus, khususnya yang terjadi di Masjid Al-Muhajirin desa Gondangmanis Kecamatan Bae pada hari raya Idul Adha kemarin (27/11/09), justru hewan yang banyak disembelih adalah sapi dan kambing. Sebagian warga Kudus berani menyembelih sapi, karena sapi dipandang dagingnya lebih banyak daripada kerbau. [Gatra.com].
Meski demikian, realitas yang ada masyarakat Kudus Wetan tidak secara langsung menyembelih sapi dengan tangan mereka sendiri, melainkan mereka mendatangkan tukang jagal lain [bukan orang Kudus asli atau orang luar Kudus] untuk menyembelihnya, lantaran takut murka Kanjeng Sunan Kudus. Sunan Kudus secara lahiriah memang orang biasa, beliau bukan Tuhan, bukan malaikat, bukan pula Nabi, tapi beliau hanyalah salah satu diantara sekian banyak kekasih Allah (waliyullah). Namun perlu dicatat, meski beliau hanya manusia biasa, tapi sumbangsih dan karya beliau terhadap masyarakat Kudus hingga kini masih hidup dan terdokumentasikan secara rapi. Itu terbukti dengan masih eksisnya bangunan Masjid Al-Aqsho berikut peninggalan-peninggalannya dan Makam Sunan Kudus yang hingga kini masih ramai hilir-mudik para peziarah baik dari dalam kota ataupun luar kota.
Sunan Kudus [Syekh Ja’far Shodiq] merupakan representasi dari salah seorang ulama yang memiliki kepedulian penuh terhadap masyarakatnya. Itulah mengapa, sampai beliau melarang bagi masyarakat Kudus untuk menyembelih sapi, agar kelak nantinya masyarakat Kudus tidak terkena petaka dalam bentuk apapun dikemudian hari.
Melawan atau Tunduk Pada Mitos
Meminjam istilah Bascom “mitos merupakan cerita prosa rakyat yang diangap benar-benar terjadi sehingga diangap suci oleh si empunya cerita”. (Via danandjaja, 986: 50). Mitos biasanya tokoh utamanya adalah seorang dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa tersebut terjadi di dunia lain, atau di dunia yang bukan seperti sekarang kita kenal sekarang, dan terjadi pada masa lampau. Oleh karena itu, dalam mitos sering ada tokoh pujaan yang dipuji atau sebaliknya, ditakuti. Disisi lain pemahaman atas cerita yang bernuansa mitos, seringkali diikuti dengan adanya penghormatan yang pemanifestasian kedalam wujud pengorbanan (Suwardi, 2005: 163). Hal ini menyiratkan bahwa dalam mitos pada kenyataaanya melahirkan sebuah keyakinan karena tokoh mitos bukan tokoh sembarangan. Keyakinan tersebut sering mempengaruhi pola pikir kearah takhayul.
Jika dikontekskan pada fenomena sapi sebagai hewan keramat, maka dapat dibenarkan bahwa menyembelih hewan tersebut memang mitos. Karena dalam fenomena ini terdapat actor riil yaitu Sunan Kudus yang memiliki kekuatan spiritual untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipata, serta memiliki kekuatan emosional untuk merekrut massa. Selain itu, Sunan Kudus juga bermaksud mengindari adanya tragedi buruk dikemudian hari, berupa tertimpa musibah, hanya karena salah satu masyarakatnya menyembelih sapi.
Terlepas dari semua itu, mitos memang hanyalah sebuah cerita yang boleh dipercaya dan boleh juga tidak. Namun perlu dicatat, tidak semua mitos itu salah, dan tidak semua mitos itu juga benar adanya. Yang penting mitos itu jangan sampai menjadi sebuah ideologi, bahkan keyakinan rigid, sebab mitos itu lahir karena situasi dan kondisi masyarakat setempat masa lampau, ia hanyalah dokumentasi sejarah. Sedangkan sebagaimana dipahami bersama, kehidupan di dunia ini dinamis, bukan statis. Situsi, kondisi, serta gaya hidup masyarakat akan senantiasa berubah-ubah seiring dengan bergulirnya waktu. Manusia adalah pemegang hak otoritas atas pelbagai permasalahan hidup. Manusia ingin menerabas batas mitos ataukah tunduk pada mitos itu adalah sebuah pilihan. Asalkan, selama mitos masih sekedar cerita itu tidaklah mengapa, namun bila mitos sudah bermetamorfosa menjadi ideologi, maka bisa jadi mitos justru ‘berganti kelamin’ menjadi kepercayaan atau bahkan agama.
By: Ammar Mahmud
Mahasiswa FUPK Semester Akhir, Warga Ngembalrejo
Kamis, 18 Februari 2010
Kuliah Telah Tiba
Semester gasal tanpa terasa telah berlalu begitu cepat. Liburan semesteran pun disambut semua mahasiswa dengan suka cita. Hari-hari tanpa ada kegiatan kuliah selama kurang lebih satu setengah bulan. Dan kini, liburan itu hampir selesai.
Jadwal untuk registrasi untuk semester genap dimulai pada minggu-minggu pertama bulan Februari. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan hasil studi semester (HSS), perwalian dan terakhir adalah pendaftaran mata kuliah. Minggu-minggu tersebut adalah masa-masa mahasiswa berada di kampus. Masa-masa untuk urusan akademik maupun temu kangen dengan teman-teman setelah sekitar satu bulan tidak bertemu.
Lain dengan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK). Mereka masih mempunyai kegiatan kuliah pada waktu itu. Liburan untuk mahasiswa FUPK baru dimulai pada tanggal 20 Februari 2010. Hal ini dikarenakan mereka masuk pada awal bulan Oktober, satu bulan lebih lambat dari mahasiswa regular. Sehingga liburan pun” ikut-ikutan terlambat”.
Sayangnya, KMKS Cabang Walisongo Semarang tidak mempunyai kegiatan pada waktu liburan untuk warganya sendiri. Semisal kegiatan seminar atau lomba yang seharusnya diadakan Departemen Luar Negeri di Kudus pada waktu itu belum terealisasi. Atau pada waktu dimana para warganya menyelesaikan urusan akademiknya di kampus, semisal temu kangen belum terlintas di benak para pengurus.
Perkuliahan semester genap akan dimulai pada awal bulan Maret. Kegiatan seperti biasa yang dijalani oleh mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dari semua jurusan, baik dari program regular maupun program khusus. Bertemu, berkumpul dan berbagi cerita bersama teman-teman di pondok, asrama, kos maupun di kampus. Bernostalgia tentang masa-masa liburan di tempat asal maupun di rumah teman, sanak famili ataupun di kampus sendiri.
Begitu juga, semangat liburan dan semangat bulan Rabi’ul Awwal (bulan Maulid) semoga menjadikan kuliah pada semester genap ini lebih rajin, lebih semangat, lebih dewasa dan lebih baik dari semester sebelumnya.
Bulan Maret sudah di depan mata. Mari persiapkan diri untuk kegiatan kuliah dan organisasi intra maupun ekstra kita, terutama KMKS Cabang Walisongo Semarang. Do our best and keep the spirit for better future.
Have a nice holiday for all KMKS’s members. And see you in next semester in better condition and happier situation. The greetings from KMKS’s officers for all your family. See you soon.
By: Nila Chusniya
Sekretaris KMKS Cabang Walisongo
Selasa, 16 Februari 2010
Penjemputan Wisudawan-Wisudawati Keluarga Mahasiswa Kudus-Semarang (KMKS) Cabang IAIN Walisongo Semarang
Hari Kamis, tanggal 28 Januari 2010 merupakan hari yang paling dinantikan mereka yang sudah menyelesaikan masa kuliah S1 mereka. Hari dimana semua sanak keluarga datang dan mendampingi para calon wisudawan-wisudawati yang telah menyelesaikan masa studinya di IAIN Walisongo Semarang. Mereka berasal dari berbagai kota, dalam maupun luar Jawa.
Acara penglepasan para wisudawan-wisudawati itu dilaksanakan di auditorium II kampus III IAIN Walisongo Semarang. Bertepatan dengan berakhirnya 100 hari program pemerintahan SBY-Boediono itu, KMKS Cabang IAIN Walisongo Semarang punya gawe besar. Yaitu penjemputan para wisudawan-wisudawati yang berasal dari Kudus. Acara ini dikoordinir oleh Departemen Luar Negeri KMKS Cabang IAIN Walisongo Semarang. Adapun koordinator Fakultas Tarbiyah: Nila Chusnia dan Risda Umami, Fakultas Ushuluddin: Muhammad Akmaluddin dan Muhammad Rikza Muqtada, Fakultas Syari’ah dan Dakwah: Muhammad Khasan Amrullah (ketua KMKS) dan Mas Munawwir.
Acara ini pada awalnya ingin menjalin kerjasama dengan Ikatan Alumni Madrasah TBS Kudus (IKSAB) cabang IAIN Walisongo Semarang yang notabenenya juga berasal dari Kudus. Akan tetapi, dari pihak IKSAB sendiri sepertinya kurang siap, sehingga KMKS melaksanakan kegiatan ini secara independent.
Sekitar lima belasan atau lebih warga KMKS diwisuda pada hari itu. Diantaranya adalah Luthfi Rahman sebagai lulusan dengan predikat summa cumlaude dari Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK), yang sekarang menjadi supervisor/musyrif Ma’had Putra FUPK DEPAG Tanjungsari Ngaliyan.
Tidak banyak yang bisa dilakukan pada hari itu dikarenakan kurangnya pengalaman teman-teman dalam hal penjemputan. Ditambah kegiatan di organisasi lain yang mengadakan penjemputan, seperti PMII, asrama FUPK IAIN Walisongo dan berbagai organisasi baik yang bersifat intra maupun ekstra. Begitu juga kurangnya informasi tentang para wisudawan-wisudawati yang berasal dari berbagai fakultas yang mempersulit pendataan.
Tidak seperti ORDA yang lainnya, KMKS hanya membuka stand penjemputan terpencil, terletak di gedung M Fakutas Syari’ah samping kamar mandi. Stand yang sederhana dengan greenflag-nya KMKS serta hanya beralaskan tikar dan karpet. Acara ini bukan hanya dihadiri oleh para wisudawan-wisudawati dan keluarganya, tetapi juga warga senior KMKS seperti Mas Inun wa ikhwanuhu. Ungkapan rasa syukur terucap dari wisudawan-wisudawati atas terselesaikannya masa kuliah S1 mereka. Kami sebagai pengurus KMKS Cabang Walisongo Semarang juga memanjatkan kepada Allah Ta’ala yang telah diberi kesempatan untuk menjemput para kakak-kakak wisudawan-wisudawati.
Akhirnya, kami atas nama semua warga KMKS Cabang IAIN Walisongo Semarang mengucapkan “Selamat atas diwisudanya kakak-kakak kami. Semoga diberi kemudahan dalam mengarungi samudra kehidupan berikutnya. Inilah bukan akhir dari perjuangan kalian, tapi ini adalah sebagian dari permulaan untuk menggapai rahmat Allah Ta’ala untuk masa depan yang lebih baik. Alfu mabruk ‘alaikum ya ikhwanna. Good luck and may Allah bless you and us forever”. Amiin.
By: Muhammad Akmaluddin
Koordinator Departemen Daalam Negeri KMKS Cabang IAIN Walisongo Semarang