Sabtu, 13 Agustus 2011

BUKA BERSAMA RAMADLAN 1432 H DAN TA’ARUF KMKS WALISONGO SEMARANG

Sore itu terlihat ada beberapa bendera hijau dan beberapa motor di timur audit II kampus III IAIN Walisongo Semarang. Pada Jumu’ah Pahing, 12 Ramadlan 1432 H/12 Agustus 2011 M, KMKS IAIN Walisongo Semarang mengadakan buka bersama dan ta’aruf yang dikhususkan bagi mahasiswa baru. Kebetulan hari itu merupakan hari terakhir kegiatan orientasi pengenalan kampus. Tepat pukul 17.00 WIB acara baru dimulai dikarenakan menunggu peserta yang belum datang.

Acara ini diikuti oleh sekitar 30 warga KMKS IAIN Walisongo Semarang, terdiri dari mahasiswa lama, baru dan tamu undangan dari Universitas Wahid Hasyim Semarang. “Acara ini diperuntukkan untuk mahasiswa baru agar mereka tahu apa dan bagaimana KMKS IAIN Walisongo Semarang itu. Diharapkan setelah ini mereka dapat berpartisipasi dan aktif dalam kegiatan KMKS berikutnya”, kata ketua KMKS IAIN Walisongo, Ricky Rachman. Selain itu, hadir juga beberapa senior KMKS yang memang telah lama tidak kelihatan. Acara diakhiri dengan buka bersama dan ditutup oleh Risda Umami pukul 18.20 WIB.

By: Admin

Senin, 06 Juni 2011

SAFARI KKN BULAN MEI 2011 M

Cuaca pagi hari pada Ahad Legi, 04 Jumadil Akhir 1432 H/8 Mei 2011, tidak begitu bersahabat untuk bepergian. Tetapi beberapa orang dari Keluarga Mahasiswa Kudus Semarang (KMKS) IAIN Walisongo terlihat di depan Ubinsa IAIN Walisongo Semarang. Itulah mereka yang akan ikut Safari KKN KMKS Walisongo.

Sebagai sedulur sesama orang kudus, yang muda-muda ingin melihat atau mengunjungi saudara tuanya sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) yang bertempat di beberapa kecamatan di kota Kendal Safari KKN kali ini dilakukan pada saat liburan kuliah dengan harapan tidak mengganggu aktivitas kuliah.

Sebanyak 4 posko yang akan dikunjungi. Berkumpul di depan Ubinsa pukul 07.00 WIB dengan 8 orang yang akan melakukan perjalanan ini. Pukul 09.00 WIB berangkat dari kampus IAIN Walisongo menuju lokasi yang pertama yaitu posko 70, tempat saudara Setiyanto di desa Curug Sewu. Perjalanan jauh disertai jalannya yang terjal bagai sirkuit Sepang. Rombongan sampai lokasi pukul 11.00. setelah istirahat dan bincang-bincang sebentar dengan teman-teman yang ada disana. Saat waktu menunjukkan pukul 11.50 WIB, rombongan meninggalkan posko tersebut guna melanjutkan perjalanan menuju lokasi selanjutnya.
Jam mengarah pada pukul 12.50 sesampainya di lokasi ke-2 yaitu posko 66 di desa Gedong, tempat saudara Fakhrul Anshori dan pukul 13.15 rombongan melanjutkan perjalanannya. Lokasi ke-3 sudah menunggu, yaitu posko 65 di desa Paturen Pagersari. Di posko 65, rombongan akan menjenguk saudara M. Nur Zuhri dan pukul 13.33 tiba di lokasi. Keluar dari desa Paturen pukul 14.20 menuju selanjutnya sekaligus terakhir yang tempatnya agak jauh lagi dari sekarang.
Posko terakhir yang akan dikunjungi adalah posko 74 di desa Gondoharum tempat Muhammad Khasan Amrullah, mantan ketua KMKS periode 2009-2010. Pukul 15.13 WIB rombongan tiba dilokasi. Karena sudah terlalu sore dan dikhawatirkan hujan yang mengguyur semakin deras, pukul 16.50, maka diputuskan untuk pulang. Ini dikarenakan beberapa sedulur mempunyai kegiatan sesudah Isya’. Air yang turun dari langit menemani perjalanan pulang. Setelah melewati jalan yang panjang dan berdebu, akhirnya pukul 19.30 WIB rombongan tiba di Ngaliyan dan sedulur-sedulur pun kembali ke tempatnya masing-masing.

by: Admin

Rabu, 04 Mei 2011

INFO PENDAFTARAN FAKULTAS USHULUDDIN IAIN WALISONGO SEMARANG

5 ALASAN MEMILIH FAKULTAS USHULUDDIN:
1. Lulusan berkesempatan sama menjadi guru profesional (Permendiknas No. 8 tahun 2009)
2. Beasiswa akademik yang merata, bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu. Antara lain:
- Lebih dari 400 beasiswa per tahun dari Kemenag, Supersemar, Bank Indonesia, Djarum, Gudang Garam, Kemendiknas dan lain-lain
- Beasiswa Bidik Misi (beasiswa sampai selesai S1) untuk 18 mahasiswa. 10 diantaranya diprioritaskan untuk hafidz-hafidzah Al-Qur’an
- Tersedia 143 beasiswa bagi pendaftar pertama.
3. Studi keislaman komprehensif dengan lingkungan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang kondusif
4. Perpustakaan terlengkap, didukung digital library serta hotspot area
5. Dosen profesional dan berkompeten, lulusan luar dan dalam negeri sekaligus alumni pesantren salaf maupun modern.

JURUSAN DI FAKULTAS USHULUDDIN:
1. Tafsir Hadits (Akreditasi A)
Kajian Tafsir Klasik, Kajian Tafsir Modern, Madzahib al-Tafsir, Masa’il al-Tafsir, Bahts al-Kutub, Syarh al-Hadits, Tahqiq al-Hadits, Takhrij al-Hadits, ilmu al-Jarh wa al-Ta‘dil.
2. Akidah filsafat (Akreditasi B)
Akidah, Filsafat Islam, Teologi Terapan, Ilmu Kalam, Tasawuf Falsafi, Manthiq.
3. Perbandingan Agama, Konsentrasi Agama dan Perdamaian (Akreditasi B)
Sosiologi Agama, Psikologi Agama, Management Konflik, Dialog Antar Agama, Teologi Perdamaian, Peace Education, Teori Konflik, Teknik Mediasi, Mediasi Peradilan.
4. Tasawuf dan Psikoterapi (Akreditasi B)
Tasawuf Sosial, Tasawuf Akhlaqi, Psikologi Abnormal, Psikologi Klinis, Sufi Healing, Konseling Psikoterapi, Tarekat & Konsep Suluk, Psikofarmaka dan Obat Tradisional, Ilmu Kesehatan Dasar, Psiko Diagnostik, Pengukuran Psikologi.

PROGRAM DI FAKULTAS USHULUDDIN
A. PROGRAM KHUSUS
Program Khusus dirancang dengan beberapa spesifikasi, baik mengenai penerimaan calon mahasiswa, kualifikasi calon mahasiswa maupun pengelolaan pembelajarannya. Sebagian besar aktivitas mahasiswa program ini dirancang dengan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, baik dalam kelas formal, kelas non-formal (halaqah) maupun aktivitas keseharian.
Untuk menunjang program pembelajaran, seluruh mahasiswa Program Khusus ini akan mendapatkan beasiswa dan gratis asrama tahun pertama. Jika mampu mempertahankan prestasi, akan diusahakan untuk mendapatkan beasiswa tahun-tahun berikutnya.
Adapun jadwal penerimaan mahasiswa Program Khusus adalah sebagai berikut:
1. 1 Mei s.d. 4 Juli 2011 : Pendaftaran
2. 5 Juli 2011 : Tes (Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Potensi Akademik
3. 10 Juli 2011 : Pengumuman
4. 23 Juli 2011 : Registrasi

B. PROGRAM REGULER
Mahasiswa kurang lebih 100 orang mahasiswa Program Reguler akan mendapatkan beasiswa tahun pertama. Jika mampu mempertahankan prestasi, akan diusahakan untuk mendapatkan beasiswa tahun-tahun berikutnya. Program Reguler ini akan menerima mahasiswa baru melalui dua jalur:
1. Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru IAIN Walisongo Semarang (sesuai dengan ketentuan IAIN Walisongo Semarang)
2. Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ushuluddin dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Melampirkan nilai rapor semester I kelas 12 atau ijazah/syahadah yang disahkan oleh pimpinan lembaga.
b. Mengisi formulir yang disediakan oleh Fakultas Ushuluddin
c. Pendaftaran pada 1 Mei s.d. 30 Juni 2011 (cap pos)
d. Tes seleksi diadakan secara langsung pada saat pendaftaran.
e. Pengumuman: 10 Juli 2011

FASILITAS:
1. Ruang kuliah dilengkapi dengan multi media, internet dan LCD
2. Sistem informasi akademik berbasis internet
3. Work station internet dan fasilitas hotspot
4. Perpustakaan dengan koleksi buku dan kitab terlengkap serta didukung digital library
5. Lapangan olah raga, Laboratorium Psikoterapi, Filsafat, Tafsir Hadits dan Perbandingan Agama
6. Media praktek kemampuan bahasa asing
7. Studio musik
8. Suasana kampus yang sejuk dan rindang
9. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Seluruh mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka pengembangan soft-skill. Beberapa UKM diantaranya:
- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Idea: dalam bidang jurnalistik, wacana dan http://www.blogger.com/img/blank.gifdhttp://www.blogger.com/img/blank.gifesain grafis
- RGM-One FM: dalam bidang radio dan broadcasting
- Teater Metafisis: dalam bidang keteateran, musikalisasi puisi dan musik
- Jam’iyyah Hamalah A-Qur’an (JHQ): dalam bidang kajian Al-Qur’an, rebana dan kaligrafi
- Ushuluddin Sport Club (USC): dalam bidang keolahragaan
- Ushuluddin Language Club (ULC): dalam bidang kebahasaan; Arab dan Inggris.

Office: Jl. Prof. Dr. Hamka KM. 1 Ngaliyan Semarang Telp: (024) 7601294, e-mail: ushuluddin_smg@yahoo.co.id

Untuk info pendaftaran di fakultas lain, silahkan lihat di sini.

By: Admin

Jumat, 29 April 2011

Training Jurnalistik dan Falak

Training Jurnalistik dan Administrasi pada Sabtu Pon, 20 Rabi'ul Akhir 1432 H/26 Maret 2011 M di Gedung Serbaguna Raudhatul Jannah Perum Bank Niaga, dan Pelatihan Falak di samping rumah Dr. H. Izzuddin, M. Ag pada Ahad Kliwon, 13 Jumadil Awwal 1432 H/17 April 2011 M merupakan dua agenda yang telah terlaksana.

By: Admin

Saya Bukan Pakar Tapi "Pekir"

Majalah Arwaniyyah
“Waduh saya belum mandi mas”, kelakar bapak dua anak sehabis mengajari beberapa siswahttp://www.blogger.com/img/blank.gif di kediamannya untuk belajar kaligrafi arab, ketika menyambut kedatangan kru Arwaniyyah. Sebagai seorang yang didedikasikan masyarakat sebagai pakar kaligrafi, tentunya bukanlah hal yang mudah untuk mencapainya. Terlebih lagi untuk menjaga dan mengembangkan penghargaan itu.

Terbukti beliau yang kebetulan mendapat anugerah Allah lewat talenta menulis halus ini, mendirikan Lembaga Kaligrafi Kudus yang sampai saat ini masih bertahan dan semakin berkembang, dengan jumlah siswa lebih dari 120 orang, baik di tingkat anak-anak maupun remaja. Namun menanggapi masalah penganugerahan tersebut, Juara Kaligrafi tingkat Nasional ini tidak mau membesar-besarkannya. Sehingga laki-laki yang lebih menjunjung tinggi nilai kesederhanaan ini lebih nyaman di sebut “Pekir”(mlarat) dari pada pakar, tegasnya.

Sebelum menekuni bidang kaligrafi arab, laki-laki yang diberi nama M. Noor Aufa Siddiq pernah menekuni jalur tilawah sampai pada tahun 1977. Setelah itu, beliau lebih menitik beratkan konsentrasinya pada dunia kaligrafi. Putra dari pasangan Sjoehoed Siddiq dan Badriyati dan pengasuh Lembaga Kaligrafi Kudus, mengaku belajar kaligrafi secara autodidak, dengan mencermati kaidah-kaidah yang ada serta mencoba mengevaluasi sendiri karya-karya orang lain sebagai referensi sebelum berkarya. Keseriusan dan ketekunannya dalam berlatih, membuahkan hasil yang gemilang. Pada masa-masa akhir 1980-an namanya mulai dikenal pada kancah nasional. Hingga pada akhirnya, keluwesannya dalam menggoreskan tulisan-tulisan arab, melambungkan namanya di event-event internasional.

Kesederhanaan dan ketelatenan, membuat pengarang Buku Pedoman Tahsinul Khot, tidak lupa dengan masyarakat awam. Meski nama dan prestasi yang melambung, ayah Yazid Husain ini, tetap mengabdikan diri untuk mendampingi para pemula yang ingin belajar seni kaligrafi di kota kelahirannya. Sebuah wadah untuk ngangsu kaweruh kaligrafi beliau dirikan di lingkungan rumahnya, sekitar tahun 1983 atas dorongan beberapa rekan seprofesinya.

Awalnya hanya privat, namun mengingat semakin banyaknya peserta yang belajar, untuk efektifitas waktu, beliau membuka lembaga pendidikan Kaligrafi. Dari lembaga ini sudah banyak menelurkan ahli-ahli dalam bidang seni kaligrafi di tingkat daerah maupun nasional.

Disamping menggeluti dunia seni kaligrafi, salah satu penulis Mushaf Raksasa ini juga mempunyai pekerjaan yang tak jauh dari talentanya, yaitu mendapat kepercayaan untuk menulis kitab-kitab. Adapun pengalaman batin yang sangat menarik ketika menekuni profesi sebagai penulis kitab adalah, beliau mendapat kesempatan belajar pada kitab tersebut, sebelum orang lain mempelajarinya. Profesi ini sudah beliau geluti sejak lama, mulai sekitar 1970-an dengan menulis di percetakan-percetakan yang ada di sekitarnya hingga sampai ke daerah Surabaya.

Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin besar angin menerpa. Ujian pun datang pada saat Aufa (panggilan akrab Noor Aufa Shiddiq) mengendarai sepeda motor. Pada insiden tersebut, beliau berusaha menyelamatkan keutuhan tangan kanannya dan mengorbankan anggota tubuh lainnya. Hal ini dilakukan karena rasa cinta dan sayangnya atas anugrah Allah yang turun pada tangan kanannya. Bukan hanya itu, cobaan yang bersifat moral juga sering beliau alami, pada saat mengikuti lomba tak jarang terjadi kedzaliman-kedzaliman yang menimpanya. Namun hal ini tidak membuat beliau patah arang, karena beliau memegang prinsip menang bukan selamanya pemenang.

Secara arif juga, beliau memandang masalah materi (kekayaan yang berupa harta benda), tidak menjamin hidup jadi tentram. Kekayaan sejati adalah ilmu. Baginya, ilmu mampu membekali orang lain untuk menjadi kaya. “Dengan ilmu orang akan menjadi maju, dengan seni hidup menjadi indah. Dan keindahan hidup adalah cerminan dari ketentraman batin yang menjadi harapan setiap manusia,” tambahnya mengakhiri pembicaraan.
PROFILE
Nama : H. M. Noor Aufa Shiddiqhttp://www.blogger.com/img/blank.gif
Tempat/Tgl. Lahir : Kudus 22 April 1957
Alamat : Langgar Dalem 21 Kudus
Pekerjaan : Guru
Istri : Noor Umamah
Ayah : Sjoehoed Siddiq
Ibu : Badriyati
Anak : Yazid Husni
Nila Sofiana
Pendidikan : SLTA
Organisasi :
1. Asosiasi Kaligrafi Internasional
2. Pengurus Cabang Nu Kabupaten Kudus
3. Dewan Hakim Tahsinul Khath Tk Nasional
4. Pembina Kaligrafi Prop. Jawa Tengah
Prestasi :http://www.blogger.com/img/blank.gif
1. Juara Nasional Tahun 1988 di Bandar Lampung
2. Juara Festival Istiqlal I tahun 1991 di Jakarta
3. Juara Festival Istiqlal II tahun 1995 di Jakarta
4. Juara Tingkat Asia tahun 1992, 1994, 1996 di Brunei Darussalam
Karya :
1. Ornamen-ornamen hiasan kaligrafi di Masjid Agung Kudus
2. Ornamen-ornamen hiasan kaligrafi di Masjid Agung Jawa Tengah
3. Ornamen-ornamen hiasan kaligrafi di Masjid Agung Baiturrahman
4. Buku Pedoman Tahsinul Khath
5. Mushaf Raksasa
Motto Hidup : “Dengan seni hidup ini semakin indah”
Hobby : Nulis Kitab.

By: Admin

Kamis, 07 April 2011

Training Jurnalistik dan Administrasi

Di pagi yang sedikit mendung ada beberapa panitia sedang menyiapkan acara KMKS. Di sebelah utara Musholla Raudhatul Jannah, acara pada hari itu akan dilaksanakan. Sabtu Pon, 20 Rabi’ul Akhir 1432 H/26 Maret 2011 M tepatnya, Training Jurnalistik dan Administrasi dilaksanakan. “Acara ini merupakan program kerja dari Departemen Pengkaderan”, kata Husnut Tahhari selaku ketua Panitia Pelaksana acara ini. Dengan peserta dari pengurus dan sedulur KMKS sendiri serta undangan dari organisasi daerah lain turut memeriahkan acara tersebut.

Sekitar 30 orang mengikuti pelatihan dengan antusias. Bertempat di gedung serbaguna Madin Raudhatul Jannah Perum Bank Niaga, acara pun dimulai pukul 09.30 WIB. “Tidak semua orang dapat menulis. Menulis merupakan hal yang dapat kita banggakan di kemudian hari”, tutur pembina KMKS, Hj. Arikhah, M. Ag dalam sambutannya pagi itu.
Acara yang diketuai oleh Husnut Thahhari itu terbagi dalam empat materi. Yang pertama adalah Jurnalistik yang disampaikan oleh Ammar Mahmud, S. Th. I pukul 09.15-10.45. Lulusan Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK) tahun 2010 itu menyampaikan seputar dunia jurnalistik dengan kilau yang memukau peserta. Dimulai dengan berita, essay, opini, artikel, puisi, resensi, cerpen serta diakhiri dengan teknik wawancara.
Setelah itu disambung lagi dengan Layout dan Desain Grafis oleh M. Rikza Muqtada pukul 10.45-11.45. Didalamnya mencakup layout buletin, majalah dan lain-lain serta desain grafis pamflet, MMT, spanduk dan brosur. Setelah itu dilanjutkan dengan istirahat, sholat dan makan.

Pukul 13.00 WIB adalah materi Surat-Menyurat, LPJ dan Keadministrasian KMKS yang disampaikan oleh Sekretaris Umum KMKS, Nila Chusniya. Tentang penomoran surat, hal, pembuka, isi, penutup, letak tandatangan dan stempel dan format LPJ adalah bagian dari materi ini. Setelah selesai dengan beberapa pertanyaan dari peserta, kemudian materi ini ditutup pukul 13.45 WIB. Setelah itu, materi terakhir adalah Proposal yang disampaikan M. Akmaluddin. Segala yang menyangkut teknis dan mekanisme proposal dibahas didalamnya.

Pukul 14.30 adalah Follow Up Planning pelatihan ini, dengan pembentukan dua kelompok buletin. Kelompok pertama diketuai oleh Rofiqoh Rahmawati dan kelompok kedua diketuai oleh M. Khoirul Fatihin.

Esoknya, Ahad Wage, 21 Rabi’ul Akhir 1432 H/27 Maret 2011 M adalah realisasi dari program kerja Departemen Olahraga dan Bakat Minat, yaitu jalan pagi bersama. “Jalan pagi kali ini didominasi angkatan 2009 dan 2010. Ini dikarenakan banyak angkatan 2008 memiliki agenda tersendiri di rumah (pulang Kudus, red) sehingga mereka tidak bisa mengikuti acara ini”, terang Ricky Rahman, ketua umum KMKS.

By: Admin

Minggu, 20 Maret 2011

MENGGUGAT MAKNA VALENTINE

Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang) yang biasa dirayakan oleh orang-orang Barat dan juga sebagian dari masyarakat kita pada tanggal 14 Pebruari, ternyata hingga kini masih menyisakan pelbagai ambiguitas dan kejanggalan. Kalau boleh jujur, sebenarnya tidak ada ijmak sejarawan ikhwal kejelasan sejarah asal-usul hari raya tersebut. Bahkan, google yang dipercaya sebagai situs internet paling valid sedunia pun tak mampu memberikan “fatwa” yang jelas tentang kepastian sejarah Valentine. Masih terjadi silang-pendapat dan ketidakvalidan informasi.

Berdasar informasi sementara yang saya dapat dari berbagai sumber, Valentine’s Day merupakan semacam hari raya khusus bagi umat manusia untuk memperingati hari kasih sayang, utamanya bagi mereka yang telah memiliki pasangan. Hari raya ini diperingati dengan alasan agar manusia senantiasa hidup tentram dan damai dalam hangatnya kobaran api cinta.

Dalam merayakan hari tersebut, muda-mudi dan juga pasangan suami-istri biasanya saling bertukar kado, saling kasih coklat, kirim bunga, kartu Valentine, dan lain sebagainya. Bahkan, terkadang ada yang lebih ekstrem, menjelang malam Valentine sebagaian diantara mereka berinisiatif menggelar pesta narkoba, pesta seks, dengan saling kissing, putting, dan making love. Hal itu semua dilakukan sebagai dalaih rasa ‘kasih sayang’ yang mendalam terhadap pasangannya.
Terlepas dari semua itu, jika kita mau berpikir kritis, ternyata hari Valentine yang dipersepsikan sebagai hari kasih sayang umat sedunia, alih-alih justru menjadi hari raya “pesta kemaksiatan” umat manusia. Bagaimana tidak, kehadiran Valentine justru diisi dengan laku maksiat sebagaimana saya sebut tadi. Jika memang demikian, apa pantas Valentine disebut sebagai hari kasih sayang?

Sejarah Singkat Valentine

Jika ditinjau secara historis, banyak versi ikhwal asal-usul dan kejadian Valentine. Dalam buku The World Book Encyclopedia (1998) menyatakan bahwa, Valentine didefiniskan sebagai “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers.
Sementara, dalam The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine dituliskan bahwa, ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Meski demikian, tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud sebenarnya, dan juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya, karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa Saint Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.


Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Sedangkan versi ketiga, disebutkan bahwa kebiasaan mengirim kartu Valentine, itu sendiri sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan St. Valentine itu sendiri. Sehingga, pada 1415 M ketika The Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine 14 Februari, ia mengirim sebuah puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya. (The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal. 242, The World Book Encyclopedia, 1998).

Reinterpretasi Kasih Sayang

Betapapun demikian sejarah yang ada, namun Valentine’s Day hingga kini masih menyisakan pelbagai persoalan kompleks yang masih membingungkan bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, anehnya sebagian dari masyarakat kita “latah” dan asal ikut-ikutan mengadopsi budaya Barat ini, tanpa mengetahui sejarah asal-usulnya. Sungguh ironis!

Sehingga, persoalan mendesak yang mesti dilakukan adalah memberikan pemahaman yang tepat atas hakikat makna “kasih sayang”, agar masyarakat Indonesia tercerahkan dan tidak mudah ‘terbius’ oleh pengaruh westernisasi.

Setidaknya saya mencatat ada dua keganjalan yang perlu dikaji dalam Valentine’s Day. Pertama, jika memang Valentine dimaknai sebagai Hari kasih sayang umat manusia sedunia, pertanyaanya adalah apakah logis hari kasih sayang hanya ditetapkan pada 14 Februari saja? padahal, dalam realitanya sesama manusia butuh kasih sayang setiap hari. Kedua, jika Valentine ditafsirkan dengan ‘hari raya kasih sayang’ bagi orang yang sudah memiliki pasangan (baik itu pacar/suami/istri), bagaimana dengan anak-anak kecil, janda, atau duda yang sudah tidak (mau) mampu memiliki pasangan lagi? Apa nasib mereka dibiarkan begitu saja tanpa rasa kasih sayang dari manusia lain?
Jika ditelaah secara logis, sebenarnya inti dari permasalahan dalam Valentine’s Day adalah kesalahapahaman dalam memaknai “kasih sayang” itu sendiri, sehingga perlu dilakukan reinterpretasi. Hemat saya, hakikat kasih sayang bukanlah perasaan ‘cinta-buta’ terhadap pasangan, sehingga menghalalkan “laku maksiat” sebagai bukti atas kasih sayang terhadap pasangan, seperti oleh orang-orang Barat dalam merayakan Valentine’s Day dengan menggelar pesta miras, pesta seks, atau sebagainya.
Bukan pula, kasih sayang diinterpretasikan sebagai ‘pemilikan’ subjek atas objek. Sadar atau tidak, selama ini cinta dan kasih sayang yang diberikan manusia hanya dianggap sebagai sesuatu yang dapat dimiliki, dimana darinya muncul naluri untuk mengatur dan menguasai. Sehingga, tak ayal bila cinta yang selama ini menyeruak pun hanya didasarkan pada modus memiliki (to have), bukan didasarkan pada modus menjadi (to be). Oleh Erich Fromm, cinta seperti ini hanya terbalut erat dengan kuasa dan dominasi, sehingga menimbulkan pemahaman yang keliru tentang hakikat cinta.
Adanya modus ingin memiliki (to have) menjadikan cinta beku dan tidak membebaskan, karena ada yang menjadi subjek dan ada yang menjadi objek, ada yang menguasai dan ada yang terkuasai. Menurut Erich Fromm cinta harus mengandung unsur pembebasan dan pemerdekaan, bukan penguasaan apalagi penindasan. Seyogyanya, mesti ada cinta produktif dan cinta konsumtif. Yang produktif itulah yang harus dikembangkan.
Jadi, hakikat kasih sayang bagi saya adalah kehadiran rasa tulus yang timbul dari lubuk hati kedua belah pihak (subjek dan objek), karena ingin menggapai tujuan mulia dan mendapat ridlo dari-Nya, bukan lantaran adanya kepentingan untuk memiliki dan dimiliki.

Disamping itu, saya pikir terlalu “dangkal” bila pemaknaan Hari kasih sayang diperingati tanggal 14 Februari saja. Bagi saya, hari kasih sayang bisa diperingati kapan saja, selama manusia mau mendedikasikan cintanya kepada Tuhannya, sesama manusia, dan alam.

Valentine Perspektif Islam Indonesia

Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia, sekaligus sebagai agama yang mengusung misi rahmatan lil ‘alamin (penebar kasih sayang bagi seluruh alam) tentu secara tegas telah menggariskan norma-norma syari’at Islam kepada pemeluknya. Valentine’s Day yang dipersepsikan oleh orang-orang Barat sebagai Hari kasih sayang adalah sebuah “kecelakaan sejarah” umat manusia. Bagaimana tidak, sejarah asal muasalnya saja tidak jelas, tetapi kenapa dijadikan budaya? Apa tidak latah itu namanya?
Sementara dalam ajaran Islam, hukum merayakan Valentine’s Day adalah haram (tidak boleh), hal ini karena beberapa alasan. Pertama, Ia merupakan hari raya bid’ah (sesuatu yang diada-adakan) yang tidak ada dasar hukumnya dalam syariat Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati lalai kepada Allah swt, lantaran sibuk dengan perkara-perkara rendahan, seperti saling tukar hadiah, saling berkirim kartu Valentine, apalagi jika sampai Valentine dirayakan dengan saling berciuman, berpegangan tangan, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya. Sungguh perbuatan tersebut sangat dilaknat oleh Allah swt, dan hal ini jelas mendekatkan pada zina. Ketiga, ada unsur syirik kepada Allah swt. Sebagai contoh, hal ini tercermin dalam ucapan “Be My Valentine”. Ken Sweiger dalar artikelnya berjudul Should Biblical Christian Observe It mengatakan bahwa “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka, disadari atau tidak, -sebagaimana tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “To be My Valentine”, maka secara otomatis berarti kita melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan dan menyekutukan-Nya (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa). Dan itu tergolong dalam syirik akbar yang tidak bisa diampuni dosanya dalam perspektif Islam. (www.korrnet.org), Naudzu billahi min dzalik!

Mengenai pelarangan asal ikut-ikutan yang tidak tahu asal-muasalnya, Rasulullah saw juga memberikan peringatan keras pada umatnya dalam sebuah hadits; “man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum”, yang artinya barang siapa yang menyerupai suatu kaum tertentu (dalam kejelekan atau kekufuran), maka ia termasuk diantara kaum tersebut. (Umdatul Qori, Syarah Shohih Bukhori, bab al-amru bi ittiba’ al-janaiz, juz 12: 133).
Sungguh, bila seseorang itu hanya sekadar ikut-ikutan mengekor budaya orang lain -apalagi budaya yang sarat maksiat- dan tanpa tahu akibatnya merupakan sebuah “kecelakaan fatal” bagi umat manusia. Padahal, kelak di hari pembalasan semua amal manusia akan dipertanggungjawabkan dihadapan Sang Pencipta.
Jika sudah mengerti begitu, apakah kita sebagai bangsa besar yang memiliki tradisi adat ketimuran masih saja ikut-ikutan mengekor budaya Barat dengan ikut merayakan hari Valentine? Beranilah untuk mengatakan “Say no to valentine’s day” kepada siapapun, demikian.

Ammar Machmud

*Penulis adalah Alumnus IAIN Walisongo Semarang, pengelola blog www.senjaputih.wordpress.com